Petualangan di Amsterdam & Rotterdam

15 Juni 2007 at 4:54 pm Tinggalkan komentar

Keesokan harinya kita meninggalkan asrama. Mulailah episode petualangan ke belahan bumi Allah yang lain…. Rombongan kami terpecah, Astri dan ibu Helia akan pulang terlebiih dahulu menuju Paris dan langsung ke Indonesia. Tinggallah 4 cewek jagoan (Maya, Shanti, Lanny dan Yuliana) yang siap berpetualang!  

Amsterdam, 19 July 2003 
Kereta intercity membawa kita kembali ke Amsterdam. Alhamdulillah, aku dikenalkan via sms dengan seorang mahasiswi Indonesia yang tinggal di Amsterdam, Dyah Ayu, oleh temanku Satrio Ari Wibowo (peserta summer school tahun lalu yang pernah menuliskan pengalamannya di majalah Tarbawi). Dengan baik hatinya dia memperbolehkan kita menginap satu hari di apartemennya di Admiral De Ruijterweg 74. Barang-barang kita yang berat dititipkan di loker yang ada di central  station Amsterdam. Sambil menunggu dia pulang kerja di restoran kita jalan-jalan ikut tour bus ke kota Volendam. Dalam perjalanan menuju Volendam kita mampir ke tempat pembuatan wooden shoes dan keju. Dahulu, Volendam terkenal sebagai kota nelayan dan daerah ini rawan dengan banjir. Kini bendungan-bendungan sudah banyak dibangun dan kota kecil ini menjadi salah satu pusat rekreasi. Alhamdulillah, kesampean deh mimpiku di foto pake baju nelayan Belanda J, hehehe! 

 Rotterdam, 20-21 July 2003 
Dari Amsterdam petualangan berlanjut ke Rotterdam, kota bagian selatan negeri Belanda. Perjalanan menempuh sekitar 1,5 jam dengan kereta melewati Leiden, Delf, dan Den Haag. Jika Amsterdam seperti Yogya, Groningen seperti Bandung yang dingin, dan Den Haag seperti Jakarta, kota Rotterdam seperti Surabaya-nya Indonesia. Kota pelabuhan ini kaya dengan jembatan dan bagunan berarsitektur modern. Salah satu jembatan yang sangat indah dan panjang adalah jembatan Erasmus (Erasmusburg). Jembatan ini menyebrangi pejalan kaki, mobil dan juga trem dari dua buah daratan yang dimasuki air laut. Jika ada kapal besar yang lewat karena suatu perayaan, jembatan ini membuka dalam satu arah. Kami berempat berjalan-jalan keliling kota bermodalkan peta, menyebrangi jembatan-jembatan, menikmati pemandangan kota laut yang indah tanpa pantai, naik kapal ferry, dan bertamasya ke kebun binatang. Tidak pernah aku berpergian tanpa bertemu dengan jilbaber yang kebanyakan dari mereka adalah orang turki. Di kota ini memang banyak sekali imigran. Aku pun pernah melihat sekolompok anak-anak turki yang sedang bermain bola, dan para remaja yang sedang berkumpul di taman menyelenggarakan pengajian. Hari itu adalah hari senin. Tampaknya mereka sedang menunggu waktu berbuka puasa.   Dua malam kita lalui di kota ini. Alhamdulillah, kita mendapatkan penginapan murah khusus para bag packers di Stay Oke Hostel depan Erasmus medical centre. Satu kamar di isi oleh 8 orang dengan kasur yang bertingkat. Untungnya kita sekamar dengan perempuan spanyol yang baik-baik. Ana Sancez telah mengajari kita beberapa kosakata. “Miamo Maya, Yo soy de Indonesia!”…. kataku, membuat suasana semakin akrab. Aku dan shanty memohon maaf terlebih dahulu karena akan mengganggunya pada malam hari untuk sholat Isya dan subuh. Dengan senang hati mereka mau membagikan sebagian tempatnya untuk dipakai kami sholat.

Entry filed under: Perjalanan. Tags: .

The Second Week of Summer School on Biomedical Science and Technology Brussels-Belgia, 22 July 2003

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Tulisan Terkini

Top Posts

  • Tidak ada

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.