The Second Week of Summer School on Biomedical Science and Technology
15 Juni 2007 at 4:51 pm Tinggalkan komentar
Kepergian kelompok Pediatrics dari asrama membawa suasana yang menyenangkan. Mereka telah menyelesaikan summer schoolnya. Alhamdulillah, tidak ada lagi party-party dan bau-bau aneh di lorong. Tapi mereka meninggalkan oleh-oleh sampah dan dapur yang kotor. Kali ini kita beraksi J ! Dalam beberapa jam saja dapur menjadi kinclong kembali. Itulah indahnya kebersamaan bersama gadis spanyol. Topik perkuliahan semakin seru saja dari hari ke hari, mulai dari bedah jantung sapi, masuk laboratorium animal experiment sampai kerja tim membuat suatu alat. Setiap kelompok terdiri dari mahasiswa teknik dan kedokteran (dokter). Kebetulan aku sekelompok dengan mahasiswa kedokteran tingkat 5 dari Irlandia. Subhanallah pintar sekali, namanya Furgus. You know what… setiap malamnya dia mabuk, datang selalu terlambat tapi kenapa di kepalanya selalu muncul ide-ide kreatif yang brilliant dengan gaya Rap-nya. Allahu ‘alam bishawwab… , malu aku jadinya. Minggu ini kami semua makin mahir saja berjalan cepat. Tak pernah kesasar lagi dan mulai berani berjalan-jalan sendiri. Meskipun demikian, aku mulai merindukan kampung halaman, rinduku akan suara adzan semakin bertambah. Ternyata hal ini pun dirasakan oleh seorang ibu tua. Allah mengizinkan ia bertemu dengan kami. Pagi itu, aku dan shanti sedang berjalan menuju kampus untuk kuliah. Tiba-tiba seorang ibu tua dengan sepeda yang di pegangnya menyapa kita dengan salam…. Matanya yang berkaca-kaca itu mencerminkan kerinduannya pada kampung halaman. Dia sangat bahagia dapat berjumpa orang Indonesia. Wanita itu telah menikah dengan orang Belanda dan mempunyai keluarga di sini. Dengan sedih dia mengatakan, aku ini seorang muslim, orang Indonesia tetapi anak-anak ibu telah jauh dari agama dan telah menjadi orang Belanda. Di sini, untuk bertamu saja sulit, jika tidak ada janji, beberapa kali pun kita mengetuk pintu atau memencet bel tidak akan dibukakan. Ibu ini bercerita panjang, terkadang berganti bahasa dengan bahasa Belanda dan bahasa Jawa, dua-duanya tak kumengerti J. Aku hanya bisa memberikan sepatah dua patah kata dan untaian doa sampai akhirnya kami berpelukan mengucapkan selamat tinggal. Seenak-enaknya hidup di negeri orang lebih enak di negeri sendiri…… Tanpa terasa akhir pekan pun terlalui dengan penuh rasa syukur. Summer school ditutup dengan farewell dinner di restoran Humphrey’s, Vismarkt 42. Perpisahan yang sungguh mengharukan, kami saling bertukar hadiah, berjabat tangan dan dalam hatiku aku berdoa: “Ya Allah bukakanlah mata hati mereka untuk melihat kebesaran-Mu.”
Entry filed under: Perjalanan. Tags: .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed